Today January 17, 2021

Kisah Pendaki dan Cerita Horor

Memberikan Bacaan Cerita Horor Pendaki Terbaru

Kisah tragis Dania dan Daniel, pendaki di Gunung Semeru

Kisah tragis Dania dan Daniel, pendaki di Gunung Semeru – Gunung Semeru merupakan tidak benar satu gunung yang ramai dikunjungi oleh pendaki. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, bersama dengan puncaknya Mahameru memiliki ketinggian 3.676 mtr. dari permukaan laut.

Kisah tragis Dania dan Daniel, pendaki di Gunung Semeru

kisah-tragis-dania-dan-daniel-pendaki-di-gunung-semeru

Puncak Mahameru itu senantiasa jadi incaran pendaki yang singgah ke Gunung Semeru. Sebab, pendakian ke Gunung Semeru tidak lengkap kalau tak sampai puncak Mahameru. Meski sering kadang standing gunung waspada, bakal namun tak jarang para pendaki nekat menerobos ke puncak tersebut.

Seperti yang dialami oleh Daniel Saroha (31) pendaki asal Bogor. Dia bersama dengan rombongannya 21 orang laksanakan pendakian pada Sabtu (8/8) lalu. Kemudian pada Senin (10/8) dini hari mereka nekat laksanakan pendakian ke puncak Semeru (Mahameru). Padahal sebelum mendaki petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru udah mengimbuhkan batas pendakian hanya sampai Kalimati.

Karena kala itu, standing Gunung Semeru tetap waspada (level II). Alhasil, Daniel tersesat dan dilaporkan hilang oleh teman-temannya.

“Setelah dari puncak, mereka turun dan korban paling akhir keluar di batas vegetasi pukul 11.00 WIB, namun sesudah ditunggu tiga jam tidak muncul, maka teman-temannya turun ke Kalimati berharap pemberian porter dan sukarelawan,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari.

Usai mendapat laporan tersebut, petugas TNBT bersama dengan tim SAR laksanakan pencarian pada warga Kampung Bojong Jengkol RT 002 RW 010 Desa Cileubut Barat, Bogor itu. Akan tetapi, disela-sela pencarian petugas malah mendapatkan mayat pendaki wanita.

Pendaki berikut diketahui bernama Dania Agustina Rahman (19) warga Jalan A.R. Hakim Perbata Nomor 4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Selain itu, petugas juga mendapatkan pendaki yang mengalami patah kaki bernama M. Rendika (18). Rendika merupakan warga Jalan Penguin 7 Nomor 157 Desa Kenanga Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Medan, Sumatera Utara.

Keduanya dibawa petugas ke Rumah Sakit Umum dr Hariyoto Kabupaten Lumajang, pada Rabu (12/8) malam.

“Jenazah dievakuasi dari jalur pendakian Semeru menuju Ranu Pane, sesudah itu dibawa bersama dengan mobil ambulans menuju ke RSU dr Hariyoto Lumajang,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari, Kamis (13/8), layaknya dilansir Antara.

Ayu menjelaskan pendaki perempuan yang meninggal berikut ditemukan kurang lebih 200 mtr. di bawah puncak Semeru (Mahameru) dan penyebab meninggalnya korban gara-gara tertimpa batu besar yang terjatuh dari puncak.

“TNBTS udah melarang pendaki untuk naik ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, namun tetap saja banyak pendaki yang nekat menerobos naik ke Mahameru,” ujarnya.

sendaru12

sendaru12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top