Today January 17, 2021

Kisah Pendaki dan Cerita Horor

Memberikan Bacaan Cerita Horor Pendaki Terbaru

Cerita Mistis Gunung Lawu, dari Suara Napas hingga Suara Delman

cerita-mistis-gunung-lawu-dari-suara-napas-hingga-suara-delman

Cerita Mistis Gunung Lawu, dari Suara Napas hingga Suara Delman – Gunung Lawu di kawasan perbatasan pada Karanganyar, Jawa Tengah dengan Magetan, Jawa Timur yang tenar sakral sekaligus angker.

Cerita Mistis Gunung Lawu, dari Suara Napas hingga Suara Delman

cerita-mistis-gunung-lawu-dari-suara-napas-hingga-suara-delman

Salah satu komika yang gemar naik gunung, Dzawin Nur, pernah membagikan kisah misterinya di gunung selanjutnya Dalam video yang diunggah 9 Oktober 2018 lalu, Dzawin menyuguhkan cerita soal perjalanannya dengan satu kawan selagi mendaki Gunung Lawu. Berikut keganjilan yang ia alami selama mendaki Gunung Lawu seperti diceritakan di video kanal Youtube miliknya Dzawin Nur,

1. Merasa Keberatan Saat di pos ketiga menuju ke pos keempat, kawan Dzawin merasakan beban yang berat dikala berjalan. Hal itu ditunjukkan selagi Si Tokek—panggilan akrab temannya—berhenti selagi baru terjadi lima dan beristirahat berkali-kali. “Pas ulang di jalan itu si Tokek, temen gua, judi bola itu dia berhenti terus. Baru jalan 5 langkah, 6 langkah itu segera berhenti, enggak sampai duduk namun berhenti istirahat kayak rukuk gitu,” terang Dzawin. Dzawin sempat menukarkan tas temannya selanjutnya dengan tas yang ia bawa. Namun ternyata yang berat bukan sebab tasnya. Ia merasakan hal yang tidak beres terjadi terhadap temannya. 2. Ada Suara Napas Kisah misteri di Gunung Lawu belum berhenti. Saat melanjutkan perjalanan menuju pos empat, Dzawin dan temannya terkagetkan dengan nada napas yang jelas terdengar di telinga. Dengan seketika keduanya berhenti.

“Tiba-tiba di sedang jalan itu tersedia nada begini ‘Hhrrrr’ kayak napas, gua kaget kan. kita berdua tiba-tiba berhenti,” kata Dzawin. 3. Perubahan Suhu Dingin Secara Tiba-tiba Saat membangun tenda di pos keempat seluruh aman terhadap awalnya. Suhu di luar tenda 12 derajat celsius, dan di didalam tenda 16 derajat – 15 derajat celsius. Namun keanehan yang terjadi selagi Dzawin dan temannya tidak merasakan kedinginan. Dalam suhu tersebut, menurut Dzawin, jikalau kenakan celana pendek dan busana berbahan flanel jelas benar-benar jadi dinginnya. “Sampai pada akhirnya gua sadar, di luar itu suhunya 12 derajat celsius, di didalam tenda itu gua cek jam gua 16 derajat – 15 derajat celcius. Di suhu 15 derajat celsius semestinya gua pake jaket, gua jelas fisik gua. Tapi di selagi itu gua menggunakan celana pendek dan menggunakan flanel biasa,” kata Dzawin. Ia sempat memamerkan kepada temannya bahwa tenda mahal tidak sebabkan dingin orang di dalamnya. Hingga tiba saatnya ia menyeletuk sebuah becandaan dan selagi itu termasuk ia dengan temannya segera merasakan suhu dingin yaitu suhu normal terhadap selagi itu. “Gua bercanda di situ, gobloknya gua becanda kasih tau kayak gini kek, ini kita 16 derajat celsius namun kita kerasanya anget apa jangan-jangan… Ah gua mengidamkan bercanda ngaco namun enggak enak,” kata Dzawin. 4. Mendengar Suara Delman Kejadian aneh yang dialami tidak berhenti di situ. Selanjutnya ia mendengar nada orang yang sedang menembang dan mendengar nada delman. Hal yang diingat pertama oleh Dzawin yaitu mitos di Gunung Lawu tidak boleh kenakan busana berwarna hijau, sedangkan atasan yang ia menggunakan dan tendanya berwarna hijau.
“Tiba-tiba dari sebelah kanan tenda tersedia nada na..naa.. wahduh risau termasuk ini, itu jelas banget kita berdua diam. Dari sebuah kiri tenda agak sebelah depanan itu tersedia nada kayak delman, kereta delman, ‘kicik..kicik..kicik…’ terus kita diam. Gua segera ingat mitosnya itu di Lawu tidak boleh menggunakan busana hijau, flanel gua warna hijau, tenda gua warna hijau,” jelasnya. 5. Ada Yang Mengelilingi Tenda Tak lumayan dengan mendengar suara-suara aneh. Selanjutnya Dzawin jadi tersedia yang mengitari tenda dan kemudian tersandung di tidak benar satu tali tendanya. Pada titik itu Ia sudah pasti jadi diteror. “Habis dari itu tenda itu kayak tersedia yang mengelilingin satu orang, dikelilingin. Tiba-tiba tali tenda tersedia yang nyandung nggeset gitu… Itu semakin diteror boy,” katanya. 6. Banyak yang Semedi Banyak orang singgah ke Gunung Lawu yang penuh dengan kisah misteri itu untuk melaksanakan semedi di puncaknya. Pada selagi itu, malam Selasa dengan dihiasi bulan purnama penuh. Ada yang beranggapan gangguan-gangguan yang dialami bukan bermaksud untuk mengganggu, namun merupakan keramahan penunggu dengan ucapan selamat datang. “Di puncak banyak orang untuk semedi. Itu seutuhnya orang-orang yang singgah untuk semedi dan malam Selasa itu adalah malam yang bulan purnama full. Jadi tersedia yang bilang yang malam itu singgah sebetulnya bukan mengganggu namun mengucapkan ucapan selamat datang. Keramahan penunggu situ,” ungkapnya. Meskipun dianggap mistis Dzawin berasumsi bahwa Gunung Lawu merupakan gunung yang lumayan spesial, sebab ia pernah dua kali ke gunung tersebut, namun gagal tidak sampai puncak. Pada kesempatan yang ketiga nyaris termasuk gagal. Saat perjalanan menuju base camp gunung lawu mobilnya mengalami kecelakaan, di tabrak dari belakang oleh sebuah bus. “Buatku Gunung Lawu ini adalah gunung yang lumayan khusus membuat gue pribadi, sebab gue sudah tiga kali kesana. Yang dua awal itu gagal, danan yang ketiga nyaris gagal. Yang pertama gue gagal sebab tersedia temen gue yang cidera, di perjalanan yang kedua gagal sebab gue yang cidera, di perjalanan ke 3 nyaris aja gagal termasuk sebab mobil gue yang cidera,” terangnya. Meski banyak kisah misteri yang dialami selama mendaki Gunung Lawu, Dzawin masih mengidamkan untuk mendaki ke gunung itu lagi. “Gunung Lawu ini membuat gua adalah gunung yang gokil lah, gua ingin ulang ke sana,” ungkapnya.

Tags:

sendaru12

sendaru12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top