Today January 17, 2021

Kisah Pendaki dan Cerita Horor

Memberikan Bacaan Cerita Horor Pendaki Terbaru

Cerita Horor Pendaki di Gunung Lawu

Cerita Horor Pendaki di Gunung Lawu – Wahyu, Dipta dan Windi, tiga pendaki yang mendapati cerita mistis di Gunung Lawu, menulisnya di dalam sebuah thread horor lewat akun Twitter Wahyu. Kejanggalan mereka dapati saat mereka mendirikan tenda.

Cerita Horor Pendaki di Gunung Lawu

Thread horor itu ditulis Wahyu bersama dengan judul Pengalaman Mistis Gunung Lawu Part 1 dan 2.

Saat itu, Wahyu dan Windi langsung mendirikan tenda di di dalam sebuah gubuk beratapkan seng, dekat Hargo Dalem bersama dengan harapan sanggup meminimalisir dinginnya Gunung Lawu. Waktu itu Dipta amat kelelahan dan tidak ikut mendirikannya.

Di di dalam gubuk tersebut, terkandung bagian yang beratap seng dan mereka menentukan mendirikan tenda di sebelah kiri. Karena di bagian kanan, tepatnya pada pintu, terkandung gambar setan.

“Dengan beralas tanah dan sebagian jerami, kami mengakses tenda dari di dalam tas carrier,” tulis Wahyu di dalam thread horor yang diunggah pada akun Twitter-nya, Kamis (5/12/2019) malam.

Saat mereka mendirikan tenda, kejanggalan jadi muncul. Menurut Wahyu, secara normal, mendirikan tenda lumayan bersama dengan saat 10 menit, lebih-lebih tenda yang kami bawa adalah tenda yang biasa dipakai untuk nge-camp.

“Hampir 45 menit saya dan Windi senantiasa gagal untuk menancapkan frame. Padahal saat sebelum akan berangkat, kami sudah cek dan semua normal,” tulis Wahyu.

Wahyu sempat kesal lantaran langit di atas Gunung Lawu sudah jadi gelap. Tapi entah mengapa, saat itu Wahyu beranggap untuk menggeser sedikit lokasi tenda, supaya tepat di depan pintu. Lalu mereka mencoba mendirikan sekali ulang dan tenda langsung mulus berdiri tanpa hambatan.

“Kami sempat bingung,” ucap Wahyu.

Tapi, gara-gara mungkin mereka sudah lelah, supaya mereka tidak sempat berpikir aneh-aneh. Setelah tenda berdiri, mereka langsung memasak untuk makan malam. Waktu mereka masak, ayah asal Surabaya yang sebelumnya berpamitan ke Hargo Dalem, ulang bergabung. Bapak itu bercerita perihal pengalaman-pengalamannya saat tetap muda.

“Suasana amat hangat saat makan malam itu. Kemudian saat kami dapat tidur, bapak-bapak tadi mengajak kami untuk tidur di warung saja dan dapat sebabkan kan api unggun untuk kita. Tapi kami menolak secara halus,” tutur Wahyu.

“Pikirku, matang kami sudah susah-susah mendirikan tenda kok tambah disuruh tidur di luar. Bapak-bapak ini sedikit memaksa untuk tidak tidur di sini, tetapi kami senantiasa berhasil menolak secara halus,” tambahnya.

Namun, mereka sempat berpikir apa memang alasan ayah itu amat melarang untuk nge-camp di di dalam gubuk tersebut. Karena mereka sudah kelelahan, mereka langsung tidur. Kemudian ayah itu berpesan, andaikan berjalan apa-apa, sanggup langsung datang di warung dekat Hargo dalem, gara-gara dia berada di sana.

“Kemudian saya langsung mengunci pintu dan langsung tidur di di dalam tenda,” sambung Wahyu.

Sekitar pukul 01.00 Wib, Wahyu mendengar tersedia seseorang yang menggedor-gedor pintu gubuk. Saat itu, cuma Wahyu yang terbangun. Sedangkan Windi dan Dipta sudah tertidur pulas.

Tags:

sendaru12

sendaru12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top