Today January 17, 2021

Kisah Pendaki dan Cerita Horor

Memberikan Bacaan Cerita Horor Pendaki Terbaru

Cerita Hantu yang Sesatkan Pendaki Gunung

Cerita Hantu yang Sesatkan Pendaki Gunung – Jenazah Toriq Rizky Maulidan (16) telah ditemukan setelah hampir dua pekan hilang di Pegunungan Argopuro atau terkenal disebut Bukit Piramid, Jawa Timur. Hilangnya Toriq sempat memantik cerita-cerita hantu yang melingkupi kesibukan pendakian.

Cerita Hantu yang Sesatkan Pendaki Gunung

Sering terdengar cerita yang susah diverifikasi kebenarannya: pendaki gunung disesatkan oleh hantu atau pendaki gunung dikerjai makhluk halus supaya berputar-putar di kawasan yang sama. Pengalaman semacam itu tidak hanya berasal berasal dari satu lokasi pendakian. Misalnya, Harley B Sastha, penulis seri buku Mountain Climbing for Everybody, dulu lebih dari satu kali mengalami kisah misterius pas naik gunung.

Saat mendaki Gunung Prau, rombongan Harley, yang laki laki semua, bernyanyi bersama. Namun Harley mendengar tersedia suara perempuan yang ikut bernyanyi bersama mereka. Dia termasuk dulu berhalusinasi di Gunung Agung melihat rumah yang lengkap bersama pekarangan cantik, padahal di situ adalah jurang yang dia tatap dalam kondisi badan lelah dan kena badai.

Halusinasi massal termasuk menyergap rombongannya yang tengah mendaki Gunung Kerinci. Mereka bersama-sama melihat lebih dari satu rumah di tengah hutan dan ditertawakan oleh perempuan. Di Gunung Gede, pendaki bernama Bagus punyai pengalaman tendanya digerayangi bayangan tangan. Ada termasuk Rozy, yang menyatakan lima kali berpapasan bersama sosok yang mirip pas menempuh jalur pendakian di Gunung Gede.

Zaki Putra Andika hilang di Gunung Raung, Banyuwangi. Rekannya bernama Muhammad Solahudin Qoyyim mengaku rekannya telah mengalami hipotermia sebelum hilang. Zaki, menurut Solahudin, sempat bermimpi di tenda bahwa dia melihat perkampungan di atas bukit. Mimpi itu mengakibatkan Zaki ngotot jalur konsisten dan selanjutnya hilang.

Ragil Tresna dan rekan-rekan punyai pengalaman pas naik Gunung Merbabu terhadap pertengahan 2013. Mereka disergap badai, seutuhnya basah dan kelelahan. Rekan Ragil bernama Fajar pucat, menggigil, dan meracau. Dia kena hipotermia. Fajar mengaku melihat nenek-nenek.

Fajar tetap bisa berjalan, tapi hipotermianya beranjak parah. Fajar terjadi ke arah jurang lantaran ia berhalusinasi jurang itu sebagai jalan. Beruntung, teman-temannya tetap bisa menyelamatkan Fajar.

Anggota Dewan Etik Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Bima Saskuandra, telah banyak makan asam garam pendakian di Indonesia. Dia termasuk tak asing mendengar cerita-cerita hantu yang melingkupi kesibukan pendakian. Dia termasuk percaya bahwa dunia gaib itu ada.

Bagi dia, yang lebih mutlak untuk menjamin keselamatan pendakian adalah mematuhi prosedur keselamatan. Persiapan perlu masak sebelum mendaki, meliputi persiapan fisik, mental, peralatan, dan pengetahuan.

Koordinator Bidang Penelitian Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) ini lantas menyatakan perihal halusinasi. Faktor ini bisa mengakibatkan seorang pendaki melihat, mendengar, dan bermimpi apa saja. Halusinasi dipicu oleh banyak hal. Yang paling umum, pendaki berhalusinasi sebab hipotermia, kondisi suhu tubuh turun sampai di bawah 35 derajat Celsius.

“Ketika panas tubuh turun, dia dapat mengigau. Kadang-kadang orang bilang orang itu tengah kesetanan, padahal dia mengalami hipotermia dan memasuki step halusinasi,” kata Bima.

sendaru12

sendaru12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top